Bila sedang
jatuh pailit, kemudian dililit banyak utang, bisa membuat seseorang
gelap mata. Apalagi bila iman sedang goyah. Agar tidak jatuh lebih lagi,
lalu mencari jalan pintas untuk memecahkan persoalan.Ada beberapa cara
untuk itu. Kalau takut masuk bui karena tertangkap korupsi, ngecu,
maling dan merampok, bisa mencari cara yang lebih aman. Misal dengan
mencari pesugihan.

Tapi cepat
kaya dengan pesugihan, juga tak bisa dibilang aman. Kadang akibatnya
malah lebih mengerikan! Sebab kebanyakan, harus meminta tumbal nyawa
segala. Kalau ada yang tidak memakai tumbal, laku prihatin-nya juga
tidak enteng. Puasanya melebihi orang bertapa. Begitulah yang sering
terdengar di bursa pesugihan.
Ada ilmu
pesugihan yang dikenal dengan 'babi ngepet'. Di Jawa Timur, biasa
disebut 'celeng kresek'. Untuk menggasak harta tetangga, si pelaku minta
bantuan celeng jadi-jadian. Biasa beroperasi siang malam. Tapi
risikonya juga berat. Kalau tertangkap penduduk bisa digebuki hingga
tewas. Si pemilik juga ikut-ikutannjedhut.
Setelah
dibacakan mantera panggilan. Ada orang yang bisa membantu baca mantera
di sekitar itu. Kalau doanya terkabul, celeng gaib itu akan muncul.
Setelah berlangsung 'dialog' apa yang dikehendaki, ambillah air liurnya.
Di rumah, air
liur dibasuhkan pada anak belum mencapai akhil baliq. Anak siapa pun
bisa. Tak lama, anak itu akan meninggal sebagai lebon (tumbal).
Kalau hal itu
tak terpenuhi, maka yang bersangkutan sendiri yang mati. Tapi bila sudah
ada lebon, 'celeng kresek' akan membantu mencari uang. Setiap 35 hari
sekali, 'celeng kresek' harus diberi sesaji darah ayam cemani.