Membahagiakan istri adalah tugas seorang suami.Karena saat istri bisa terawa lepas, suami akan turut merasa senang.
Begitu juga saat istri sedih, suami dua kali merasa sedih karena gagal menjadi suami yang baik.
Bagi kebanyakan pria, sudah nalurinya melindungi, menaungi dan menyanyangi istrinya.
Meski mereka susah payah, tapi pulang kerumah melihat senyum keluarga tentu itu penebus paling nikmat.
Namun yang menimpa pria ini sungguh ironi.
Dilansir dari The Reporter, kejadian ini terjadi di Taiwan.
Namanya Ayong, merupakan seorang buruh pabrik ban yang bekerja dari pagi hingga petang.
Ia berasal dari desa dan memilih merantau dengan istrinya Liem untuk mencari kehidupan lebih baik.
Liem hanya ibu rumah tanggah, dengan bisnis kecil-kecilan berjualan online.
Mengontrak rumah susun, kehidupan keduanya berjalan harmonis meski 5 tahun menikah keduanya belum mendapatkan momongan.
Banyak keluarga yang terus menanyakan soal anak kepada Ayong.
Bahkan sampai ada yang meledeknya karena bertubuh pendek sehingga tak bisa memuaskan istrinya yang cantik diranjang.
Ayong memang punya tubuh skeitar 140 cm jauh dengan Liem yang memiliki tinggi 160 cm dan berparas berisi.
Tapi dengan semua kekurangan itu, perhatiannya pada Liem membuat sang istri patuh padanya.
Tapi enam bulan belakangan Ayong merasa ada yang berbeda dengan istrinya.
Kehangatan keluarga itu sedikit berkurang, ada saja pertengkaran padahal hal-hal kecil.
Nahasnya, pria itu adalah tetangga mereka sendiri.
Ayong marah besar sambil mengambil pipa besi memukuli pria itu.
Bahkan nyaris saja jika tidak dipisahkan tetangga selingkuhan istrinya itu te-w-as ditangannya.
Sambil menangis, Liem akhirnya jujur jika perselin-gkuhan itu baru tiga bulan terjadi.
Ia yang menginginkan anak, merasa tergoda ketika sering mendengar suara tetangganya itu me-nd-esah saat berhub-un-ga-n i-n-ti-m.
Ayong akhirnya menceraikan Liem, ia tak kuat memaafkan istrinya meski be-gitu ia cintai.
Bahkan satu cincin emas yang harusnya ia siapkan sebagai hadiah kembali ia jual.
Begitu juga saat istri sedih, suami dua kali merasa sedih karena gagal menjadi suami yang baik.
Bagi kebanyakan pria, sudah nalurinya melindungi, menaungi dan menyanyangi istrinya.
Meski mereka susah payah, tapi pulang kerumah melihat senyum keluarga tentu itu penebus paling nikmat.
Namun yang menimpa pria ini sungguh ironi.
Dilansir dari The Reporter, kejadian ini terjadi di Taiwan.
Namanya Ayong, merupakan seorang buruh pabrik ban yang bekerja dari pagi hingga petang.
Ia berasal dari desa dan memilih merantau dengan istrinya Liem untuk mencari kehidupan lebih baik.
Liem hanya ibu rumah tanggah, dengan bisnis kecil-kecilan berjualan online.
Mengontrak rumah susun, kehidupan keduanya berjalan harmonis meski 5 tahun menikah keduanya belum mendapatkan momongan.
Banyak keluarga yang terus menanyakan soal anak kepada Ayong.
Bahkan sampai ada yang meledeknya karena bertubuh pendek sehingga tak bisa memuaskan istrinya yang cantik diranjang.
Ayong memang punya tubuh skeitar 140 cm jauh dengan Liem yang memiliki tinggi 160 cm dan berparas berisi.
Tapi dengan semua kekurangan itu, perhatiannya pada Liem membuat sang istri patuh padanya.
Tapi enam bulan belakangan Ayong merasa ada yang berbeda dengan istrinya.
Kehangatan keluarga itu sedikit berkurang, ada saja pertengkaran padahal hal-hal kecil.
Nahasnya, pria itu adalah tetangga mereka sendiri.
Ayong marah besar sambil mengambil pipa besi memukuli pria itu.
Bahkan nyaris saja jika tidak dipisahkan tetangga selingkuhan istrinya itu te-w-as ditangannya.
Sambil menangis, Liem akhirnya jujur jika perselin-gkuhan itu baru tiga bulan terjadi.
Ia yang menginginkan anak, merasa tergoda ketika sering mendengar suara tetangganya itu me-nd-esah saat berhub-un-ga-n i-n-ti-m.
Ayong akhirnya menceraikan Liem, ia tak kuat memaafkan istrinya meski be-gitu ia cintai.
Bahkan satu cincin emas yang harusnya ia siapkan sebagai hadiah kembali ia jual.