Friday, May 11, 2018

Saya Membelikan Ibu Kandung Berupa Kalung, Ketika Ibu Mertua Tahu, Dia Marah, Tak sangka Suamiku Mengatakan ini!

Sebelum kami menikah, suamiku selalu mengatakan bahwa ibunya agak penuntut. Dia berharap saya mengetahui masalah sensitif ini, karena setelah menikah, kami akan tinggal bersama orangtuanya.Bahwa jika aku mengatakan sesuatu, meskipun itu benar, dan bahkan mertua yang salah, jangan banyak menanggapi, itu hanya akan menyebabkan lebih banyak ketegangan.
Saat itu aku berpikir, mudah saja, setelah menikah saya akan baik dengan ibu mertua, maka pasti tidak akan ada masalah.




Sebetulnya, aku juga lelah mengurus anak, ibu mertua melihat aku tidak lagi bekerja di luar dan hanya menghabiskan waktu di rumah, dia tidak puas, sepanjang hari dia terus membuat alasan untuk memarahiku, aku hanya berpura-pura tidak mendengarnya.
Minggu lalu, ibu kandungku berulang tahun yang ke 50 tahun, dan aku terlalu sibuk sampai melupakannya, kakakku harus menelepon untuk mengingatkanku.
Setelah menelepon, aku merasa sedih, keluargaku tidak kaya, orangtuaku berjuang keras untuk membiayai kuliah anak-anaknya sampai tamat, dan mencari biaya untuk pernikahan anak-anaknya, tapi aku malah terlalu sibuk, aku tidak punya waktu dan bahkan lupa untuk memikirkan orangtua.
Lantas aku membelikan kalung dan kemudian mengirim kado itu beserta ucapan selamat ulang tahun kepada ibuku.

Suami saya kemudian mengeluh kepada saya: “Sayang, ibu menangis hampir dua jam, dia mengatakan bahwa sekarang dia sudah tidak dihargai lagi sebagai seorang ibu. Dapatkah kamu sedikit bersabar? Jangan ambil pusing dengan ucapannya, nanti juga dia akan berhenti marah-marah sendiri …”
“Saya tidak ingin mendengar, saya hanya meminta dia untuk menyuruh anak-anaknya melakukan hal yang sama kepadanya, seperti yang dia suruh saya lakukan kepada ibu kandung saya, apa yang
Istrimu datang dari luar ke tempat baru di rumahmu untuk melakukan hal yang sulit, butuh pengertian, tanyalah juga apa yang salah dengan ibumu?
Terkadang keadaan istri seperti itu sulit diucapkan dan sangat membutuhkan simpati dari suaminya.
Padahal, jika suami memandang ibu dan istri sama pentingnya, membantu istrinya mengerjakan pekerjaan rumah tangga, menyeimbangkan emosi antara ibu dan istrinya, kehidupan keluarga itu pasti akan bisa berjalan baik.(asm/yant)

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Saya Membelikan Ibu Kandung Berupa Kalung, Ketika Ibu Mertua Tahu, Dia Marah, Tak sangka Suamiku Mengatakan ini!